Kameswara Art, Saksi Bisu Kejayaan Studio Band di Ciamis

Posted by

Keberadaan studio musik atau tempat penyewaan latihan band di Kabupaten Ciamis sempat mengalami masa kejayaan pada tahun 2000-an. Studio musik kala itu menjadi tempat nongkrong favorit para kaula muda dan pelajar di Ciamis.

Bahkan anak muda masa itu akan terlihat keren ketika bisa menjadi salah satu anggota grup band dan tampil di panggung acara musik di kampung atau di acara sekolah.

Melihat potensi itu, banyak pengusaha dan pehobi musik yang membuka studio musik seiring dengan sedang trendnya musik band. Adanya studio musik juga melahirkan musisi-musisi muda atau indie yang berbakat.

Kini keberadaan studio musik di Ciamis meredup, mati suri hingga sampai gulung tikar. Sudah jarang anak-anak muda yang merental studio musik untuk latihan nge-band. Jadi anak band sudah tidak sekeren dulu.

Baik hanya sekadar hobi, seru-seruan atau untuk persiapan tampil di acara pentas seni. Hingga grup band yang akan ikut dalam berbagai festival musik pada masanya. Ditambah lagi, sudah jarang tayangan musik band di televisi.

Kameswara Art Studio adalah salah satu studio musik yang menjadi favorit pada tahun 2000 an. Studio tersebut berada di Jalan Kaum Ciamis. Kini studio itu sudah tidak lagi buka dan hanya ada nama studionya di tembok.

Indra Budiman, Pengelola Kameswara Art Studio bercerita, dibukanya studio musik ini berawal dari hobi pada tahun 2000. Namun kini studionya sudah tutup dan ekspansi ke Bandung kerja sama dengan perusahaan EO.

“Sekarang sudah stop, resmi sejak tahun 2022, ada banyak alasan. Setelah tutup ini pernah ada yang menanyakan masih beroperasi atau tidak, paling itu sekali,” ujar Indra, Sabtu (17/2/2024).

Indra pun mengenang ramainya anak-anak sekolah usia SMA yang merental studio musiknya. Ketika pulang sekolah, anak-anak muda sudah berdatangan ke studio musik. Dalam sehari lebih dari 5 grup band latihan di Studio Kameswara. Studio musik juga dulu kerap dijadikan ajang reuni saat lebaran.

“Jadi setelah lebaran kan yang merantau pulang. Anak-anak muda di Ciamis biasanya reunian nya dengan latihan nge-band,” ungkapnya.

Pada tahun 2000 an, tarif rental studio musik di Ciamis Rp 25 ribu per jam. Terakhir sebelum tutup sampai Rp 45 ribu per jam. Studio musik selalu ramai ketika menjelang ada pentas seni, perpisahan sekolah dan festival musik.

“Sekarang festival musik sudah jarang digelar. Sekarang trend musik juga berubah,” ucapnya.

Studio Kameswara pun selain membuka studio musik juga rekaman. Studio ini pernah melahirkan artis yang cukup tenar di Ciamis seperti Aci Jesika dan Debojeg, karyanya sering dipakai untuk ring back tone.

Indra mengungkap meredupnya studio musik karena sejumlah faktor selain faktor tren musik band itu sendiri. Kemajuan teknologi digital pun turut andil dalam industri musik. Untuk menciptakan musik bisa dibuat dengan mudah menggunakan digital. Bahkan bisa dilakukan hanya memakai smartphone.

“Ya intinya sudah tidak ngetren, kemajuan teknologi digital. Sehingga jarang ada yang rental studio musik untuk di Ciamis ya. Paling parah lagi pada saat pandemi dan setelahnya. Kalau sebelum pandemi itu kadang masih ada yang rental 1 atau 2 band,” tuturnya.

Bagi Indra, membuka studio musik kala itu bukan hanya sekadar bisnis tapi karena hobi. Mengingat hasil uang rental dengan alat musik yang dibeli jauh lebih mahal.

“Dulu ada beberapa studio musik di Ciamis, seperti di Lebsi, Sukajadi, Benten, Banagara, Cikoneng, Bebedilan dan juga Cigembor. Tapi hampir semuanya kini sudah tutup, ada yang beralih ke usaha sound sistem dan juga join dengan even organizer,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *